Jumat, 23 Desember 2011

Random

Mereka bicara seolah sudah pernah berada di situasi dan kondisi ini. Seperti pernah menjadi aku. Kenyataannya,tidak ada yang pernah menjadi aku kecuali aku sendiri. Ya,cuma aku yang pernah jadi aku. Jadi kesimpulannya,akulah yang paling mengerti aku.

Aku percaya,setiap kata punya banyak makna. Banyak hal bisa mempengaruhi makna dari kata tersebut. Intonasi,situasi,kondisi,siapa yang mengatakannya,ditujukan ke siapa,banyak hal. Setiap kata bisa jadi suatu sihir buat orang tertentu yang mungkin punya kenangan di balik kata itu.

Kata yang sama sekali tidak menyakitkan bisa menyebabkan tangis. Kata yang dianggap lucu malah membuat orang merinding. Kata yang terdengar kasar bisa jadi menyebabkan tawa tak henti. Siapa tau?

Ada saat dimana kita tidak bisa melihat sesuatu dengan mata. Sesuatu itu harus dilihat dengan hati dan saat hati mulai subjektif saat itulah timbul ragu. Mengartikan orang kedalam kata tidaklah mudah. Saat mata tak mampu membedakan mana yang sesungguhnya,tiruan,atau palsu. Saat kata yang terlanjur terdengar menjadi ambigu.

Akankah kita tetap polos di tengah kepalsuan. Menjaga hati tetap suci diantara dusta yang terumbar. Menjadi bola permainan yang dilempar sana-sini. Mempercayai banyak hal dan menganggap kepalsuan suatu yang biasa,seperti tak punya hati.

Perlukah kita selalu berpikir jeleknya. Tidak mempercayai siapapun kecuali tuhan. Berdiri sendiri melawan arus. Tetap kokoh menentang ombak.

Normal. Seperti apakah yang normal itu? Bukankah normal itu kita yang ciptakan? Mengaggap baik buruk? Kita juga kan.

Kita yang memilih meski tak semua hal kita dapat memilih. Banyak hal harus kita terima jadi. Bukan lari,tetapi hadapi sesuatu yang memang pasti terjadi. Sesuatu yang tidak bisa kita pilih untuk tinggalkan.

Sabtu, 17 Desember 2011

Selalu ada Hikmah

Beberapa hari yang lalu,ada tryout UN di sekolahku. Pelaksanaannya makan waktu 3 hari,yang tiap harinya 2 mapel. Tryout itu diadain sehari pas setelah tes. Jujur,aku pengen ngelepas bosen dulu karena kita abis tes. Aku ga siap langsung ditodong tryout UN.

Oiya,sebelumnya aku mau ngenalin buku kecilku. Buku itu berisi nomer yang nunjukin udah H-sekian UN. Well,kita emang ga cuma nyiapin buat UN,tapi juga buat SNMPTN. Tapi,aku gamau H-sekian SNMPTN masih ada materi yang belum terkejar. Soalnya aku paling gabisa belajar dibawah tekanan. Jadi,targetku sebelum UN materi UN dan SNMPTN udah harus dikuasai,amiiiiiiiin.

Balik ke tryout. Hari pertama tryout mapelnya matematika+b.indonesia. Aku dateng tanpa prepare,udah waton berani aja. Soalnya,aku emang udah bunek tes. Entah kenapa aku gampang banget stress. Aku terlalu takut,takut gabisa,takut gagal. Masih sisa 2 hari dan aku memutuskan buat ga ikut. Malem sebelum hari kedua,aku mencoba belajar dan yang ada aku malah stess. Aku merasa ada banyak hal yang harus kusiapin dulu,toh soal tryout nanti bisa fotocopy temen. Stress ku juga disebabkan oleh buku kecilku yang saat itu menunjukan H-108,reflek aku panik.

Hari kedua,aku ga ikut tapi siangnya aku tetep ke sekolah buat foto. Hari ketiga idem hari kedua. Bedanya siangnya aku ga ke sekolah tapi temenin temen cari sepatu. Paginya belajar kok.

Hari ini,aku masuk sekolah. Setelah 2 hari ga masuk dengan alasan yang mungkin untuk sebagian orang kurang masuk akal. Banyak temen bilang aku harus berani blablabla jangan panik blablabla kamu pasti bisa blablabla,makasih ya buat semangatnya :3

Guess what? tryout Bahasa indonesia ku rangking 1 kelas,2 paralel. Seneeeng. Haha setidaknya itu mapel yang masih aku ikutin di saat belum stress.

Aku percaya setiap kejadian selalu bisa dipetik hikmahnya,hikmah selalu ada. Hikmahnya, aku ga boleh stress lagi,ga boleh takut lagi. Harus optimis,berani,dan makin semangat. Oiya,harus seneng juga,ga boleh terlalu dipikir.