Satria


           Satria berarti prajurit yang berani. Dalam kebudayaan jawa satria menunjukan kasta bangsawan, prajurit atau orang yang baik hati, jujur dan gagah berani. Menjadi seorang satria haruslah memiliki kecakapan yang sebanding dengan apa yang disandangnya. Harkat dan martabat dipertaruhkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai yang mendominasi orang itu. Satria memunculkan citarasa yang membenamkan hakikat manusia bermartabat, berbudaya, dan berperadaban.

Itulah pengertian satria yang aku baca.

 ****
  
          Jiwa nya mencerminkan nama itu. Satria. Aku melihatnya,bukan dengan pandangan sekilas atau lirikan sebelah mata. Aku melihatnya, perlahan seiring kumengenalnya. Kutemukan sosok itu. Satria. Aku tidak merasa terlalu cepat untuk menyimpulkan.   Sebab jarak ditengah pergantian detik dengan menit semakin membuatnya terlihat sebagai seorang satria.

          Berawal dari ketidaksengajaan dan permainan konyol yang ada diantara aku dan kawanku. Aku melihatmu sangat membosankan dan tidak ada salahnya memasukkanmu dalam permainan kami. Ketidaksengajaan itulah yang membuatku mengenalmu lebih..

Beberapa minggu yang lalu....

          Aku melihatmu sebagai pribadi yang membosankan. Kehidupan yang membosankan. Sesuatu yang tidak menarik untukku. 

Dan sekarang....

          Aku melihatmu sebagai sosok yang istimewa. Hidupmu memiliki tujuan yang jelas. Apa yang kamu lakukan semata-mata untuk semain dekat pada tujuanmu. Semua memiliki alasan yang jelas dan pasti. Keseimbangan hidup milikmu adalah hal-hal penunjang menuju impianmu. Tidak ada yang sia-sia. Semua yang kamu lakukan berarti. 

Sejauh ini,itulah yang kulihat...

          Menarik,buatku itu semua menarik. Menemukanmu,mengajakku menilik kembali sebuah idealitas yang sudah lama terlupa,tersembunyi di laci-laci sesak penuh mimpi . Melihatmu,mengingatkanku kembali akan sebuah tujuan akhir. Mengenalmu,membawaku menuju keseimbangan hidup yang sesungguhnya. Terimakasih.

Komentar