Surat Kecil untuk Bengbengers

Teruntuk,
Bengbengers yang tersayang

Hai bengbengers!  Bagaimana kehidupan kalian sekarang? Aku sangat merindukan kita.

Bengbengers,ingatkah kalian akan sejarah nama itu? Nama yang menaungi kita semua menjadi satu,Bengbengers. Kita dan kantin yang tadinya kufikir tak akan terpisahkan,tetapi ternyata kelulusan berkata lain. Kita duduk lengkap satu meja,sempit,tetapi tak pernah sepi canda dan tawa. Ingatkah kalian? Hari-hari disaat kita selalu bertemu,tetapi tak pernah merasa bosan. Karena selalu ada cerita-cerita baru yang entah darimana munculnya. Senyum,tawa,tangis,kita,bersama.

Aku rindu saat dimana kita membicarakan banyak hal yang tidak akan selesai kecuali dihentikan bel masuk atau langit yang berubah gelap.
Aku rindu saat dimana kita menonton film bersama di B-9ku, kegiatan kesukaanku. Membicarakan tokohnya yang menurut kita ganteng berhari-hari setelahnya.
Aku rindu kita duduk dibawah karetan,sekedar untuk melihat orang berlalu-lalang. Menunggu orang teristimewa masing-masing kita saat itu untuk lewat,itu tak pernah membosankan.
Aku rindu saat kita membolos pelajaran untuk menghabiskan waktu di perpus. Mengganggu Mas Dodo,yang menurut salah satu dari kita dia cakep. Membaca majalah,mengobrol,atau hanya tidur-tiduran.
Aku rindu saat kita duduk bersama di kantin,berebut duduk disisi terluar,supaya bisa melihat orang teristimewa kita masing-masing. Makan mie ayam Cak Kasno,ayam penyet Mba Ira,atau hanya ditemani beng-beng,jajan favorit kita..

Kita tanpa Syifa & Arum,di pintu selatan sekolah tercinta,Padmanaba. Reuni #1 hampir lengkap.   


Bengbengers,Aku ada segores puisi tentang Kita...

Teman,
mungkin kita bukan artis terkenal ,
yang banyak mengenal dan dikenal,
yang tersenyum ditengah kepalsuan
Kita hanyalah sekumpulan yang mampu menjadikan segala hal
alasan untuk tersenyum,
tersenyum bahagia
Bahagia karena bersama-sama
Kita hanyalah anak-anak yang haus akan pengalaman
yang sangat mengenal satu sama lain
Kebersamaan telah membuka jati diri kita sesungguhnya
Bersama-sama kurasa cukup,
cukup begini saja,
tak butuh lagi terkenal
Mengenal banyak tapi dangal penuh kepalsuan,
cukup begini saja,
mengenal beberapa dengan dalam penuh kenyataan
9 Juni 2012,Kamar

Dari,
tian yang sangat menyayangi kalian

Komentar