Minggu, 16 Desember 2012

........

Perasaan ini muncul setelah aku membaca beberapa tweet seorang teman.

     Masa SMA benar-benar masa yang indah dalam fase kehidupanku. Ketika aku mulai belajar hidup mandiri. Ketika aku mulai mengenal kata galau. Ketika aku menjadi aku tanpa peduli pandangan orang lain. Bebas.
Pernah,aku disiksa. Diangkat,dilempar ke kolam. Sepatuku di buang ke atas genteng,disuruh bilang *piiip cakep,biar dia mau ngambilin. Sesuatu-yang-tak-terlupakan. Dari dulu sampai sekarang itu ga pernah ngeselin,bukan berarti menyenangkan,tetapi cukup bisa untuk dijadikan alasan merindu. Merindukan masa-masa SMA.

     Setiap hari ada tawa. Kita semua gila,dan kita semua sadar,menggila itu perlu supaya kita tetap waras. Entahlah,mungkin aku tak lagi ingat alasan kita tertawa. Tetapi,aku masih ingat kita tertawa di setiap hari saat kita bersama. I miss my Bengbengers sooooooooooooooo muuuuuuuch :’(

     Aku kangen bengbengers,temen-temen cewek yang ga pernah waras kalo ngumpul sampe bikin ilfeel yang liat. Kangen main 20 sentimeter sama kalian. Kangen main ada suatu saat ketika. Kangen ngucapin istilah-istilah yang cuma kita yang tau. Batman,kamera,aya,kayu putih,kran.... yang lainnya kelupaan hehehehhehehehe

 Ketika aku selalu nyaman menjadi apa adanya aku.

Senin, 10 Desember 2012

Menikmati dan Bersyukur, terimakasih :)

Setiap keluarga pasti punya ceritanya masing-masing. Begitu juga dengan keluargaku. Bukankah sudah sering diperdengarkan,bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang sempurna. Begitu juga dengan keluargaku. Keluargaku,ayahku,ibuku,kedua kakak perempuanku,dan satu adik laki-lakiku. Mereka semua keluargaku. Kadang ada saling menghindari,saling tidak menyukai beberapa sifat di antaranya,saling mengomentari,tetapi di balik itu semua aku yakin ada saling menyayangi. Bukankah itu sudah cukup?

Awalnya aku berpikir begitu,tetapi hidup tidak sesederhana bayanganku di masa kecil. Ah,masa kecil,masa-masa dimana semuanya terlihat sangat indah,sangat mudah,dan sangat menyenangkan. Satu hal yang baru-baru ini kusadari,bahwa pembentuk masa kecil seseorang adalah orang tuanya,dan pembentuk masa saat mereka telah dewasa adalah mereka sendiri. Masa dewasa disaat kita mulai tahu apa adanya dan disitulah kita mampu melihat kehidupan yang sebenarnya. Ketika kita mulai menentukan sendiri pilihan hidup kita. Ketika kita mulai bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Saat tameng kita mulai mengurangi perannya,supaya kita mampu berlatih sebelum akhirnya kita benar-benar sampai pada kehidupan dewasa,supaya kita siap dan mampu bertahan.

Berbeda? Bukankah masing-masing kita keturunan adam pastilah berbeda?  Berbeda bukan berarti salah. Tidak sama bukan berarti kelainan. Menurutku. Bukankah kuncinya menikmati dan bersyukur? Dua kata yang erat makna kaitannya satu sama lain. Saat kita menikmati sudah sewajarnya kita bersyukur. Namun,ketika kita tidak menikmati pastilah kita tidak bersyukur.



Ditulis...........
Ketika tian mulai mengerti dan menyadari tindakan tian yang salah. Ketika tian mulai mengetahui apa yang seharusnya tian lakukan,untuk meneruskan,menjaga,dan mengokohkan oleh-oleh dari kalian. Terimakasih telah memberi perkenalan tentang hidup yang sangat menyenangkan untuk tian. Terimakasih telah memberikan hal terbaik yang kalian miliki untuk tian. Terimakasih untuk semua yang tidak akan ada habisnya jika tian jabarkan. Terimakasih..