Selasa, 29 Januari 2013

Percakapan Malam (Ym!)

tian : aku tak akan bertanya, aku tak akan mencari tau dan aku tak akan menjauh darimu.                                     karna matamu pancarkan kepercayaan dan hatimu selalu berbisik padaku

astri : galau thooo

eren : hati kami udah terpisah selama lima tahun lebih, lalu tetiba dipertemukan.
eren : tak kuasa memandang matanya, tak kuasa melihat kenyataan pahit didalamnya.

tian : Ayo, jangan hanya meliriku,jangan hanya berbicara dalam hati,jangan hanya melihat FB                                 atau fotoku,jangan pura-pura untuk tak tau. Seandainya sulit terungkap berilah                                               senyuman padaku, itu jawabannya

astri : oh my god

eren : menghadapi kenyataan bahwa kau sudah dengan gadismu?
eren : dengan melihat senyummu terkembang disampingnya?

tian : apakah senyum merupakan acuan kebahagiaan?
tian : bukankah sayang sesungguhnya adalah menginginkan yang terbaik baginya agar dia                                       mampu mencapai kebahagian?
tian : Bila kebahagiaannya bersama kita,mungkin kebersamaan adalah jalan menuju bahagia
tian : Tapi,bila kebahagiaannya bersama orang lain,mungkin jalan satu-satunya adalah                                              merelakan..

eren : baiklah sayang, ini dia. aku belum bisa merelakan.
eren : setelah bertahun, kupikir ini bukan masalah lagi.
eren : apa yang terjadi saat tiba-tiba kau berada di hadapanku..
eren : dengan segala yang telah terjadi. dengan lima tahun terlewati.

tian : seringkali kenangan hadir tanpa permisi
tian : memporak-porandakan benteng pertahanan yang selama ini ada
tian : memuntahkan kisah yang terlanjur dimakan waktu
tian : hingga hati mempertanyakan apa tujuan takdir mempertemukan kalian kembali
tian : sekali lagi,hanya waktu yang mampu menjawab

eren : apa gerangan yang terjadi antara takdir dan waktu

tian : mereka samasama menyimpan misteri kehidupan
tian : adapun bermisteri supaya kehidupan penuh kejutan,tidak membosankan

eren : manusia bergegas mencari, selagi mereka sibuk menutupi.


Ketika 'udah cukup umur' mendatangkan banyak hal untuk lebih dipikirkan..

Rabu, 23 Januari 2013

Merelakan..

     Aku sadar betul,ini tidak lagi sehat. Bibirku kelu,jemariku tak selincah biasanya disaat aku menulis. Entah kenapa dengan memutuskan untuk tidak menuliskan kata-yang-bisa-membangkitkan-memori itu susah. Bukan,bukan karena memori yang tercipta sangat banyak. Tetapi karena ceritaku yang terlanjur ada. Jika pikiranku mengulangnya lagi dengan rapi,jernih,dan objektif justru sangat jelas terlihat tidak pernah terjadi apapun. Jangan salahkan aku,aku mencoba objektif.

     Mungkin aku telah lama mengidap penyakit ini. Namun aku tak menyadarinya. Tak menyadari kalau aku sakit. Aku merasa baik-baik saja,lebih tepatnya mensugesti diri sendiri bahwa tak ada yang salah dan tentu saja aku dalam keadaan yang baik. Aku tidak suka ke dokter,tidak suka minum obat,karena menurutku ada cara yang lebih efektif dan sederhana yang bisa kita lakukan untuk menjaga agar kita tetap dalah keadaan sehat. Rasa sakit diatur oleh otak kita,pikiran kita. Apabila pikiran kita menyatakan bahwa kita baik-baik saja maka kita akan baik-baik saja. Itu yang aku percayai selama ini.

     Tetapi,bagaimana jika penyakit itu terlanjur hadir? Tidak,aku tidak mau mengunjungi dokter apalagi sampai meminum obat. Toh,aku sudah bisa menebak apa yang akan mereka katakan tentang penyakitku. Aku tau cara menyembuhkannya. Aku tau itu susah,tetapi setidaknya aku tahu cara megenyahkan penyakit ini. Aku tahu,aku yang harus melakukan aksi sendiri untuk kesembuhanku,karena semua kunci utama untuk penyakit ini adalah aku.

     Sebelumnya,terimakasih pada bahan bacaan yang telah menyadarkanku bahwa ini adalah sebuah penyakit. Karena sebelumnya aku selalu merasa biasa saja dengan hal-hal-yang-sebenarnya-adalah-penyakit. Tadinya aku menganggap itu semua adalah kewajaran,toh aku tak sendiri,banyak yang juga mengalami. Ya,aku tahu,banyak bukan berarti pembenaran.

     Aku tidak suka menemukan diriku berpenyakit. Maka dari itu aku mencoba mengatasi semuanya. Tentu saja sendiri. Seperti yang telah kujelaskan tadi,aku tidak suka pergi ke dokter apalagi sampai harus meminum obat. Apalagi aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk mengusir penyakit ini. Aku harus merelakan..



Jumat, 11 Januari 2013

Senyum yuuuk :)


     Rainbow cake aja bisa,masa kamu engga~

     Lengkungan yang sederhana yang mampu merubah hari menjadi tampak lebih indah dan menyenangkan. Lengkungan ke atas layaknya huruf U. Dia biasa dianggil senyum. Nama yang bagus bukan? Dia sangat lah menyenangkan. Bahkan di agamaku,lengkungan bernama senyum itu adalah sebuah ladang pahala. Bagaimana tidak? Melakukannya beberapa detik saja sudah terhitung pahala. Karena dengan senyum kita mampu menyalurkan energi kebahagiaan pada orang lain. Apalagi jika seharian kita tersenyum pada semua orang yang kita temui. Berapa pahala yang kita dapatkan dari sekadar tersenyum?

     Senyum memang mampu menyalurkan energi kebahagiaan kepada orang lain yang melihatnya. Meskipun tidak selalu yang tersenyum itu bahagia. Bahkan ketika kita tidak bahagia kita mampu membuat orang lain menjadi lebih bahagia. Ajaib bukan? Itulah senyum yang sedari tadi aku kenalkan kepadamu. Dengan tersenyum,masalah yang ada di hadapan kitapun menjadi tampak lebih jinak. Bagaimana tidak? Masalah itu melihat kita tersenyum bukan? Kita telah menyalurkan energi kebahagiaan pada masalah itu. Pastilah dia tidak sebrutal biasanya.

     Besar gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat kedua ujung bibirmu hingga tampak menjadi sebuah lengkungan, tidaklah lebih dari besar gaya yang dibutuhkan seseorang untuk bangkit dari tempat tidurnya di pagi hari. Jadi tunggu apalagi? Tersenyumlah sekarang! Salurkan energi kebahagiaan pada orang-orang di sekitarmu.

Lagipula,kamu terlihat lebih manis saat tersenyum ;)