||Doakan yaa.. | Selalu..||

Entah kenapa ini sangat lucu. Skenario Tuhan kali ini benar-benar mengocok perut serta pikiranku hingga membuatku mual sendiri. Aku sadar betul. Aku tak benar-benar mengerti tentang apa yang kuinginkan dalam kasus ini. Kita. Kehidupan Aku dan Kamu.

Dulu aku pernah ingin pergi. Tetapi akhirnya aku memilih tetap disini. Sekarang kamu berubah pikiran ingin pergi.. Meski, akhirnya belum kita ketahui. Lucu, bukan?

Mengejar mimpi. Itu alasan kita. Hingga akhirnya saling merelakan supaya saling bahagia.
Dan bagaimana aku bisa biasa saja,
saat denting bel penanda ketentuanmu telah lahir berdentang?
Aku mencarimu,penasaran,
bagaimana gerangan wujud ketentuan yang lahir?
Kamu seperti biasa,
begitu
Aku tak menyalahkan.
Kamu memang begitu,aku mengerti..
Dan ketika mulutmu terbuka,
jawaban itu...
sangat dewasa.
Meski tetap terasa gores lukanya
tetap terbaca pedihnya,
Aku pun turut berduka.
Bukan,bukan karena melihat wujud ketentuan,
entahlah..
Melihat kenyataan bahwa Kau sangat ingin pergi
menggapai cita,katamu.
Aku yang telah sering berucap,
Aku selalu mendukung pilihanmu pun hanya bisa tersenyum,getir.
Jawaban dewasamu menghadirkan beribu tanya dalam benakku.
Meski pada akhirnya yang keluar dari mulutku hanyalah,
Ucapan pembangkit semangat diiringi doa.
Selalu begitu.
Memohonkan yang terbaik pada yang Maha Baik.
Tanpa sadar,air mata pun turut hadir menemani
mengusik detik
yang diam
membungkam hening
di kala sepi
mengisi sunyi
di antara kita..
Aku tak mengerti lagi.
Cukup
Sudah,cukup
Mendoakan yang terbaik,
supaya bahagia setia menemani masing-masing kita
di musim apapun..



Yogyakarta,27 Mei 2013
-Pengumuman-




Komentar