Sabtu, 22 Juni 2013

Ibarat Rumah


Begini, aku bagikan, dengar baik-baik
Ibarat rumah yang terdiri dari banyak ruangan,
satu ruangan untuk Tuhan, satu ruangan untuk keluarga, begitu seterusnya..
Setiap ruangan tentulah penting dan mempunyai kegunaannya masing-masing
setiap ruangan memiliki manfaat tersendiri
yang tetap dibutuhkan oleh Sang rumah.
Pintu rumah itu sudah terbuka,
setelah sebelumnya ditutup rapat
Mempersilahkan orang yang berkunjung untuk melihat-lihat ke dalam
Para tamu datang dan pergi, rumahpun membiarkannya
Namun,ketika ada tamu yang tetap berkunjung
selalu berkunjung hingga tak lagi keluar rumah
Dan rumah,menjaganya agar tetap tinggal
memberikannya izin untuk menempati
Tetapi,sebelumnya
telah ada ruangan khusus,
yang tetap dijaga rumah, ruangan yang tertutup, terkunci rapat
Karena telah terisi
oleh orang yang tinggal sebelumnya
orang yang berbeda
orang yang mampu menyebabkan rumah
memeberikannya ruangan khusus
 Pertanyaannya,
Bagaimana, jika di dalam rumah itu terdapat dua orang yang berbeda?
Padahal,seharusnya satu rumah hanyalah untuk satu orang.
Satu rumah hanyalah memiliki satu nama.


Terkadang ada hal-hal yang tidak bisa kita pilih sendiri
Namun, disanalah kita berdiri
Disanalah kita merasa
Disanalah kita memandang
Disanalah kita mengamati
Disanalah kita merenungi
Disanaah kita  menyadari
Disanalah kita ada.


Terkadang ada hal-hal yang bahkan hingga kini masih tak mampu dipahami
Menyelaraskan logika, nurani, serta naluri
memang membutuhkan kesabaran
Sampai akhirnya mengerti, memahami, dan menerima.
Menerima bahwa beginilah adanya.