Sabtu, 27 Desember 2014

Surat Perpisahan

Karya : Ochistiar



Sat, 23 Nov at 9:33 
From: Fiksi Mini to you


Halo, apakah kamu masih suka melihat langit? Kalau kamu masih suka, biarkanlah aku menjadi wanita yang berdiri di bulan atau melesat jauh setinggi bintang atau berpijar seterang matahari atau sekedar menjelma sebagai awan yang melindungimu dari terik mentari, supaya kamu selalu melihat aku, kemudian mengingat kita.

Bagaimana kabarmu? Aku harap sehat selalu ragamu, pun tangguh jiwamu, dengan bahagia senantiasa menemanimu di musim apapun. Surat ini aku tulis dengan seluruh ketulusan yang aku miliki. Dengan kerendahan hati meminta sedikit waktumu untuk membacanya. Aku tau, waktu adalah pemberian yang sangat berharga sebab sedikit waktu ini adalah bagian dari hidumpu yang luar biasa. Jadi aku sangat menghargainya.

Setelah surat ini aku tidak akan meminta waktumu lagi, aku juga tidak akan mempertanyakan keberadaanmu lagi, aku tidak akan memaksamu berhenti main game hanya untuk melakukan apa yang aku mau, aku pun tidak akan meminta maaf seperti pesan singkatku yang terakhir kali.
Lewat surat ini, aku hanya ingin berterimakasih untuk hal-hal kecil manis yang telah kita lewati, cerita pendek yang akan kusimpan rapi di memoriku selamanya.

Tanpa aku sadari kamu telah menjadi bagian penting dari suatu fase hidupku, terimakasih.  Sudah jauh-jauh membawaku keluar dari sudut pandangku untuk melihat dari sisi yang lain, terimakasih. Telah mengundang senyum serta tawa dari bibirku, terimakasih. Bersedia pergi ketika aku meminta kamu untuk pergi, terimakasih. Kamu luar biasa.

Rasanya aneh memanggil apa yang kita pilih sendiri sebagai penyesalan. Aku tidak menyesal. Aku juga tidak ingin memutar waktu, tidak bisa. Aku bukan Dr. Alexander Hartdegen yang membuat mesin waktu untuk menyelamatkan Emma, kekasihnya. Bahkan, dengan mesin waktu sekalipun, Alexander Hatdegen tidak mampu merubah keadaan bahwa Emma meninggal. Karena segala yang telah terlewati akan tetap begitu kisahnya. Namun aku mengakui tidak semua keputusan yang kita pilih itu benar, adakalanya kita membuat keputusan, kita membuat kesalahan, itulah hidup.

Sekali lagi aku ucapkan terimakasih. Aku selalu berdoa semoga Tuhan memberikan yang terbaik untukmu, pun itu yang terindah buatmu. Selamat berlari hingga terbang mengejar bintang-bintang di langit malam. Kamu percaya takdir? Jangan lupa petik satu bintang untukku.


Reply


  
*Ceritanya tian lagi latihan nulis, rencananya setiap Sabtu bakalan nge-post Fiksi Mini bersambung.*
*Semoga bukan cuma wacana, Semoga bisa dinikmati ya :)*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar